Showing posts with label Cerita Motifasi. Show all posts
Showing posts with label Cerita Motifasi. Show all posts

Thursday, 13 October 2011

10 PESAN ANAK UNTUK ORANGTUA














Komunikasi sangat berperan dalam suatu hubungan baik antara interpersonal maupun dalam suatu organisasi apapun. Bahkan ada ahli yang mengatakan bahwa "komunikasi dalam suatu organisasi adalah "ruh". Keluarga adalah unit organisasi terkecil dan setiap Kita (suami) adalah pemimpin yang akan dimintai pertanggung jawabannya. Jika anak-anak kita bisa menyampaikan keinginannya kira-kira pesan apa ya yang hendak mereka sampaikan kepada kita sebagai orang tua?

Dibawah adalah pesan-pesan imajiner buat kita semua agar lebih memperhatikan lagi buah hati kita. Smoga bermanfaat buat kita semua.

1.TANGAN SAYA MASIH KECIL.
Tolong jangan mengharapkan kesempurnaan setiap kali saya merapikan tempat tidur , menggambar, atau melempar bola. KAKI SAYA MASIH PENDEK . Tolong perlambat agar saya bisa berjalan beriringan dengan Ayah/Bunda.

2.MATA SAYA BELUM MELIHAT DUNIA SEPERTI YANG AYAH/ BUNDA LIHAT.
Tolong izinkan kami menjelajahinya secara aman .Jangan memberikan larangan yang tak perlu .

3.SELALU AKAN ADA SAJA PEKERJAAN DI DALAM RUMAH TANGGA, SAYA MASIH KECIL UNTUK WAKTU YANG BEGITU SINGKAT
Tolong luangkan lebih banyak waktu untuk menjelaskan dunia yang ajaib ini , dan lakukan secara tulus ikhlas.

4.PERASAAN SAYA MASIH HALUS.
Tolong sensitif terhadap kebutuhan-kebutuhan kami. Jangan memarahi saya sepanjang hari. Ayah/Bunda pasti tak senang kalau dimarahi karena ingin tahu. Perlakukan saya seperti Ayah / Bunda ingin diperlakukan.

5.SAYA ADALAH HADIAH YANG ISTIMEWA DARI TUHAN.
Tolong perlakukan saya sebagai harta berharga , berikan bimbingan untuk semua tindakan saya. Beri saya panduan tentang cara menjalani hidup dan mendisiplin saya dengan cara manis.

6.SAYA MEMERLUKAN DORONGAN DAN PUJIAN AYAH/BUNDA UNTUK TUMBUH.
Tolong jangan cepat mencela. Ingat , Ayah/Bunda dapat mengkritik hal-hal yang saya kerjakan tanpa mencela saya.

7.TOLONG BERI SAYA KEBEBASAN UNTUK MEMBUAT KEPUTUSAN-KEPUTUSAN MENYANGKUT DIRI SAYA SENDIRI .
Izinkan saya untuk gagal sehingga saya dapat belajar dari kesalahan kesalahan saya. Lalu suatu hari , saya akan siap untuk membuat keputusan-keputusan yang dituntut hidup dari saya.

8.TOLONG JANGAN KERJAKAN SEGALANYA UNTUK SAYA. KADANG, CARA INI MEMBUAT SAYA MERASA UPAYA SAYA TIDAK SESUAI DENGAN HARAPAN AYAH/BUNDA.
Saya tahu ini sulit, tapi tolong jangan membandingkan saya dengan saudara perempuan/ laki-laki saya.

9.TOLONG JANGAN TAKUT UNTUK PERGI BERAKHIR PEKAN BERSAMA .
Anak-anak perlu libur tanpa orangtua , sama seperti orangtua perlu libur tanpa anak-anak. Selain itu, berlibur hanya berdua adalah cara baik untuk menunjukkan kepada kami, anak-anak , bahwa perkawinan Ayah/Bunda sangat istimewa.

10.TOLONG AJAK KAMI BERIBADAH SECARA TERATUR, BERI CONTOH YANG BAIK UNTUK SAYA TELADANI.

Sumber : Daily Inspiration
~Deden Wahyudin~

Friday, 22 July 2011

* ARTI CINTA*

 
 
 
 
 
 
Aku bertanya pada Alam semesta tentang arti “CINTA”, ..

lalu satu demi satu mereka menjawab … !!!

Bumi menjawab:
****************
“CINTA adalah hamparan tempat tumbuh segala bahagia dan harapan akan itu. Ia memang diinjak dan dihinakan, tetapi ia tak peduli. Pikir Cinta hanya memberi, dan itu sajalah inginnya.”
Air menjawab:
*******************
“CINTA adalah hujan yang menumbuhkan benih-benih rasa kesukaan, kerelaan akan keterikatan, kerinduan dan kesenduan, atau samudera kasih yang luas sebagai naungan segala perasaan

Api menjawab:
****************
“CINTA adalah panas yang membakar segala, ia memusnahkan untuk dapat hidup dan menyala. Demi merasakannya, makhluk rela terbakar dalam amarah dan kedurhakaan.”

Angin menjawab:
******************
“CINTA adalah hembusan yang menebar sayang tanpa tahu siapa tujuannya. Orang bilang ia buta, sebab itu inginnya. Ia tak terlihat, tapi tanpanya segala raga akan hampa.”

Langit menjawab:
******************
“CINTA adalah luasan tanpa batas. Luasnya tiada makhluk yang tahu. Kecuali bahwa cinta itu bahagia yang biru, atau derita kelam yang kelabu

Matahari menjawab:
**********************
“CINTA adalah hidup untuk memberi energi kehidupan dan cahaya harapan
Ia tak akan lelah memberi sampai ia padam dan mati.”

Pohon menjawab:
******************
“CINTA adalah akar yang menopang segalanya. Ia tulus hingga tak perlu terlihat dan dikenal. Tapi ia terus memberi agar batang bahagia tetap kokoh abadi, berbuah dan berbunga indah.”

Gunung menjawab:
*********************
“CINTA adalah rasa yang menjulang tinggi. Rasa itu demikian tenang dan menyejukkan. Namun saat gundah, Ia akan meleburkan sekelilingnya dengan lautan larva cemburu yang membara.”

Lalu, Aku bertanya pada CINTA:
“Wahai CINTA, apakah sebenarnya arti dirimu??”

CINTA menjawab:
****************
“CINTA ...

adalah engkau patuh terhadap-Nya, meski kau tak melihat-Nya. Engkau tidak mencium-Nya atau meraba-Nya, tapi engkau patuh karena engkau merasa akan hadir-Nya. Sebab CINTA bukan indera, tapi adalah rasa.”

“CINTA ...

adalah engkau takut akan amarah-Nya, dan takut jika Ia meninggalkanmu. Takut jika Ia tak menyukaimu lagi. Lalu engkau mencari-cari alasan untuk selalu dekat dengannya, bahkan jika engkau harus menderita, atau yang lebih mengerikan dari itu.”

“CINTA ..

adalah engkau menyimpan segala harapan pada-Nya dan tidak pada yang lain. Engkau tidak mendua dalam harapan, dan demikian selamanya. Cinta adalah engkau setia menjadi budak-Nya, yang engkau hidup untuk-Nya dan mati untuk kesukaan-Nya akan dirimu, hidup dan mati untuk Dia. Engkau berusaha sekerasnya agar engkau diakui, hanya sebagai budak, sebagai hamba.”

“Diatas segalanya, CINTA adalah engkau merasa kasih sayang yang tunggal yang tidak engkau berikan pada yang lain, selain pada-Nya. Engkau rindu akan hadir-Nya dan melihat-Nya. Engkau suka apa yang Ia sukai dan benci apa yang Ia benci, engkau merasakan segala ada pada-Nya dan segala atas nama-Nya.”

Aku lantas bertanya pada CINTA:
“Bisakah aku merasakannya?”
Bagi orang miskin, uang itulah kebahagiaan.
Bagi orang sakit, kesehatan itulah kebahagiaan
Bagi pemuda lajang, pasangan hidup itulah kebahagiaan
Bagi mahasiswa, gelar sarjana itulah kebahagiaan
Bagi penganggur, pekerjaan itulah kebahagiaan
Bagi yang kebanyakan pekerja, liburan itulah kebahagiaan

Bagi orang tua, anak berbakti itulah kebahagiaan
Bagi orang lumpuh, berjalan itulah kebahagiaan
Bagi orang buta, melihat itulah kebahagiaan
Bagi pemabok, alkohol itulah kebahagiaan
Bagi ibu-ibu kaya, shopping itulah kebahagiaan
Bagi politikus, jabatan dan kuasa itulah kebahagiaan
Bagi selebritis, popularitas itulah kebahagiaan

Semua orang punya definisi kebahagiaan namun sedikit sekali yang mengatakan hidup dalam kasih dan rasa syukur itulah kebahagiaan!

Kebahagiaan-kebahagiaan di atas sebenarnya bukanlah kebahagiaan, lebih tepat adalah kesenangan, kepuasan dan kegembiraan yang singkat dan sementara.

Kebahagiaan sejati hanya ada dalam kasih dan rasa syukur.
Hanya kasih dan rasa syukur yang mendatangkan sukacita, kedamaian dan keceriaan.
Hanya kasih dan rasa syukur yang mendatangkan kebahagiaan sejati dalam hidup.
Hanya bersyukurlah dalam kasih yang membuat segalanya jadi indah...

Wednesday, 1 June 2011

Antara Kaya & Miskin

















Suatu ketika seorang ayah dari keluarga kaya raya, bermaksud memberi pelajaran bagaimana kehidupan orang miskin pada anaknya. Sang ayah ingin memberi pelajaran pada sang anak agar merasakan susahnya jadi orang miskin, jadi dia akan terpacu bekerja keras agar tetap kaya. Akhirnya merekapun menginap beberapa hari di rumah keluarga petani yang miskin di sebuah dusun di tepi hutan.

Dalam perjalanan pulang sang ayah bertanya pada anaknya. "Bagaimana perjalanan kita?" Jawab sang Anak, "Oh sangat menarik ayah."

"Kamu melihat bagaimana orang miskin hidup?" Sang ayah bertanya.

"Ya ayah", sahut sang anak.

"Jadi, apa yang dapat kamu pelajari dari perjalanan kita ini?" Tanya sang ayah.

Sang anak menjawab,

"Yang saya lihat kita memiliki satu anjing untuk menjaga rumah kita, mereka punya empat anjing untuk berburu,,,
Kita punya kolam renang kecil di taman, mereka punya sungai yang tiada batas,,,
Kita punya lampu untuk menerangi taman kita, mereka punya bintang yang bersinar di malam hari,,,
Kita memiliki lahan yang kecil untuk hidup, mereka hidup luas bersama alam,,,
Kita punya pembantu untuk melayani kita, tapi mereka malah hidup untuk melayani oran lain,,,
Kita punya pagar yang tinggi untuk melindungi kita, sedang mereka cukup berlindung pada Sang Esa,,,
Kita punya satpam & pengawal untuk menjaga diri, sedang mereka justru punya banyak teman yang saling menjaga".

Sang ayah tercengang diam mendengar jawaban anaknya.
Sambil menitikkan air mata, sang ayah memeluk sang anak
Sang anak kembali melanjutkan,
"Terima kasih ayah, karena ayah telah menunjukkan padaku betapa miskinnya kita".

Bukankah ini suatu sudut pandang yang menakjubkan?

Kita yang dewasa terbiasa melihat dengan akal realita kita,
Sedang mereka -anak-anak- lebih melihat dengan fitrah yang jernih.

Special Thx to : kisah-renungan.blogspot.com

Kisah Nyata " Mengubah Dendam Menjadi Energi Positif "
















 Di sebuah perusahaan pertambangan minyak di Arab Saudi, di akhir tahun40-an. Seorang pegawai rendahan, remaja lokal asli Saudi, kehausan dan bergegas mencari air untuk menyiram tenggorokannya kering. Ia begitu gembira ketika melihat air dingin yang tampak didepannya dan bersegera mengisi air dingin ke dalam gelas. Belum sempat ia minum, tangannya terhenti oleh sebuah hardikan: 

"Hei, kamu tidak boleh minum air ini. Kamu cuma pekerja rendahan. Air ini hanya khusus untuk insinyur" 

Suara itu berasal dari mulut seorang insinyur Amerika yang bekerja di perusahaan tersebut. Remaja itu akhirnya hanya terdiam menahan haus. Ia tahu ia hanya anak miskin lulusan sekolah dasar. Kalaupun ada pendidikan yang dibanggakan, ia lulusan lembaga Tahfidz Quran, tapi keahlian itu tidak ada harganya di perusahaan minyak yang saat itu masih dikendalikan oleh manajeman Amerika. 
Hardikan itu selalu terngiang di kepalanya. Ia lalu bertanya-tanya: 

Kenapa ini terjadi padaku? Kenapa segelas air saja dilarang untuk ku? 
Apakah karena aku pekerja rendahan,sedangkan mereka insinyur ? 
Apakah kalau aku jadi insinyur aku bisa minum? 
Apakah aku bisa jadi insinyur seperti mereka? 

Pertanyaan ini selalu tengiang-ngiang dalam dirinya. Kejadian ini akhirnya menjadi momentum baginya untuk membangkitkan "DENDAM POSITIF" . Muncul komitmen dalam dirinya. 

Remaja miskin itu lalu bekerja keras siang hari dan melanjutkan sekolah malam hari. Hampir setiap hari ia kurang tidur untuk mengejar ketertinggalannya. Tidak jarang olok-olok dari teman pun diterimanya. Buah kerja kerasnya menggapai hasil. Ia akhirnya bisa lulus SMA. Kerja kerasnya membuat perusahaan memberi kesempatan padanya untuk mendalami ilmu. Ia dikirim ke Amerika mengambil kuliah S1 bidang teknik dan master bidang geologi. Pemuda ini lulus dengan hasil memuaskan. Selanjutnya ia pulang kenegerinya dan bekerja sebagai insinyur. 

Kini ia sudah menaklukkan ”DENDAM”nya, kembali sebagai insinyur dan bisa minum air yang dulu dilarang baginya. Apakah sampai di situ saja. Tidak, karirnya melesat terus. Ia sudah terlatih bekerja keras dan mengejar ketinggalan, dalam pekerjaan pun karirnya menyusul yang lain. Karirnya melonjak dari kepala bagian, kepala cabang, manajer umum sampai akhirnya ia menjabat sebagai wakil direktur, sebuah jabatan tertinggi yang bisa dicapai oleh orang lokal saat itu. 

Ada kejadian menarik ketika ia menjabat wakil direktur. Insinyur Amerika yang dulu pernah mengusirnya, kini justru jadi bawahannya. Suatu hari insinyur tersebut datang menghadap karena ingin minta izin libur dan berkata;

"Aku ingin mengajukan izin liburan. Aku berharap Anda tidak mengaitkan kejadian air di masa lalu dengan pekerjaan resmi ini. Aku berharap Anda tidak membalas dendam, atas kekasaran dan keburukan perilakuku di masa lalu" 

Apa jawab sang wakil direktur mantan pekerja rendahan ini: 

"Aku ingin berterimakasih padamu dari lubuk hatiku paling dalam karena kau melarang aku minum saat itu. Ya dulu aku benci padamu. Tapi, setelah izin Allah, kamulah sebab kesuksesanku hingga aku meraih sukses ini."

Kini Dendam positfnya sudah membuahkan hasil, lalu apakah ceritanya sampai di sini? Tidak. Akhirnya mantan pegawai rendahan ini menempati jabatan tertinggi di perusahaan tersebut. Ia menjadi Presiden Direktur pertama yang berasal dari bangsa Arab. 
Tahukan Anda apa perusahaan yang dipimpinnya? 
Perusahaan itu adalah Aramco (Arabian American Oil Company) perusahaan minyak terbesar di dunia. Ditangannya perusahaan ini semakin membesar dan kepemilikan Arab Saudi semakin dominan. Kini perusahaaan ini menghasilakan 3.4 juta barrels (540,000,000 m3) dan mengendalikan lebih dari 100 ladang migas di Saudi Arabia dengan total cadangan 264 miliar barrels (4.20×1010 m3) minyak dan 253 triliun cadangan gas. Atas prestasinya Ia ditunjuk Raja Arab Saudi untuk menjabat sebagai Menteri Perminyakan dan Mineral yang mempunyai pengaruh sangat besar terhadap dunia. Ini adalah kisah Ali bin Ibrahim Al-Naimi yang sejak tahun 1995 sampai saat ini (2011) menjabat Menteri Perminyakan dan Mineral Arab Saudi. 

Terbayangkah, hanya dengan mengembangkan hinaan menjadi dendam yang positif, isu air segelas di masa lalu membentuknya menjadi salah seorang penguasa minyak yang paling berpengaruh di seluruh dunia.
Itulah kekuatan "DENDAM POSITIF" Kita tidak bisa mengatur bagaimana orang lain berperilaku terhadap kita. Kita tidak pernah tahu bagaimana keadaan akan menimpa kita. Tapi kita sepenuhnya punya kendali bagaimana menyikapinya. 
Apakah ingin hancur karenanya? 
Atau bangkit dengan semangat "Dendam Positif" dan menjadi bagian dari solusi. 

(Dari buku Dendam Positif karya Isa Alamsyah dan Asma Nadia).

Tuesday, 31 May 2011

Inilah Alasan Kenapa “ Cinta Datang Dari Mata Turun Ke Hati “

 
Para peneliti dari Laboratorium Penelitian Wajah di Universitas Aberdeen di Inggris telah berhasil membuktikan bahwa pancaran cinta memang berawal dari mata. Dr.Claire Conway, Menulis hasil penelitian yang telah diterbitkan pada "Proceedings of the Royal Society", baru-baru ini, mengatakan melakukan kontak mata dan tersenyum akan membuat seseorang menjadi lebih menarik.
"Dr. Claire dan rekan-rekan peneliti lainnya menganalisa efek dari arah tatapan mata, ekspresi wajah dan perbedaan gender yang menghasilkan ketertarikan. Ternyata, hasil penelitian mengungkapkan para responden lebih tertarik pada wajah yang bahagia, mata yang menatap langsung pada mereka terutama jika orang tersebut adalah lawan jenis." Pada penelitian ini, kami ingin memperlihatkan bahwa tatapan mata juga sangat penting sebagai daya tarik.
Mereka yang melihat secara langsung kepada lawannya dianggap lebih menarik dibanding mereka dengan tatapan menghindar," tambah Claire menjelaskan. "Ini membuktikan bahwa sebagian besar orang lebih memilih menyukai orang lain yang memiliki wajah bahagia dan daya tarik tidak hanya sebatas penampilan fisik saja," kata Claire. Dan bukti dalam kehidupan kita sehari – hari , dimana cinta yang tumbuh dari mata turun kehati berbeda dengan perasaan suka pada orang lain. 
Dan berikut ini perbedaan antara suka dan cinta : Dihadapan orang yang kau cintai, jantungmu tiba-tiba berdebar lebih cepat tapi jika di hadapan orang yang kamu sukai tak akan pernah berdebar. Jika orang yang kau cintai menangis, engkaupun akan ikut menangis disisinya tapi jika orang yang kau sukai menangis, engkau hanya menghibur saja. Dihadapan orang yang kau cintai, kata - kata yang keluar berasal dari hati yang terdalam tapi dihadapan orang yang kau sukai, kata - kata hanya keluar dari pikiran saja.
 Perasaan cinta itu dimulai dari mata, sedangkan rasa suka dimulai dari telinga. Jadi jika kau mau berhenti menyukai seseorang, cukup dengan menutup telinga. Tapi apabila kau mencoba menutup matamu dari orang yang kau cintai, Cinta itu berubah menjadi tetesan air mata dan terus tinggal dihatimu dalam jarak waktu yang cukup lama. Selain itu juga kepada orang yang kau cintai perasaan sayang tidak pernah berubah. Perasaan yang dapat membuatmu berkorban untuk orang yang kamu sayangi. Mau menderita demi kebahagiaan orang yang kamu sayangi.

Wednesday, 11 May 2011

Jagalah Suasana Hati Sendiri..

Sedikit sharing ya utk Saudara2ku
Tercinta..
Ini ada cerita bagus, mudah2an
bisa menjadi renungan &
bermanfaat utk kita... :)
Ceritanya ada dua org ibu
memasuki toko pakaian &
membeli baju seragam anaknya.
Ternyata pemilik tokonya lagi bad
mood shg tidak melayani dengan
baik, malah terkesan buruk, tdk
sopan dgn muka cemberut.
Ibu pertama jelas jengkel
menerima layanan yg buruk
seperti itu.
Yg mengherankan, ibu kedua
tetap enjoy, bahkan bersikap
sopan kpd penjualnya.
Ibu pertama bertanya, “Mengapa
Ibu bersikap demikian sopan pd
penjual menyebalkan itu?”
Lantas dijawab, “Mengapa aku
harus mengizinkan dia
menentukan caraku dlm
bertindak ? Kitalah sang penentu
atas hidup kita, bukan org lain.”
"Tapi ia melayani dengan buruk
sekali," bantah Ibu pertama.
"Itu masalah dia. Kalau dia mau
bad mood, tidak sopan, melayani
dg buruk dll, toh tidak ada
kaitannya dg kita. Kalau kita
sampai terpengaruh, berarti kita
membiarkan dia mengatur &
menentukan hidup kita, padahal
kitalah yang bertanggung jawab
atas diri kita," jelas Ibu kedua.
Tindakan kita kerap dipengaruhi
oleh tindakan org lain kpd kita.
Kalau org melakukan hal buruk,
kita akan membalasnya dg hal yg
lebih buruk lagi. Dan sebaliknya.
Kalau org tdk sopan, kita akan
lebih tdk sopan lagi. Kalau org
lain pelit terhadap kita, kita yg
semula pemurah tiba2 jadinya
sedemikian pelit kalau harus
berurusan dg org tersebut. Ini
berarti tindakan kita dipengaruhi
oleh tindakan org lain.
Kalau direnungkan, sebenarnya
betapa tidak arifnya tindakan kita.
Mengapa utk berbuat baik saja,
harus menunggu diperlakukan dg
baik oleh org lain dulu?
Jagalah suasana hati sendiri,
jangan biarkan sikap buruk org
lain menentukan cara kita
bertindak!
Kitalah sang penentu yang
sesungguhnya!
I'm an ACTOR, not reactor... :)
Semoga bermanfaat utk kita
semua.

Tuesday, 12 April 2011

# pecinta sejati #

Adalah bijak dapat mencinta.
Adalah sabar tuk jadi pencinta.
Kesabaran bukanlah suatu
batasan.
Sabar adalah mengenal diri.
Cinta adalah hal yang tak
terlukiskan
Ketika kita sadar akan cinta, kita
seperti ikan yang berenang di
samudra luas.
Ketika cinta meninggalkan kita....
kita seperti ikan di gurun pasir
Kau pernah melihat bunga melati
yang tumbuh di pinggir jalan?
Jika kau perhatikan bunga melati
itu ada noda dan bercak hitam di
mahkotanya.
Itu lah cinta...
Cinta tak tak selalu mulus putih
Cinta penuh dengan noda..
Cinta penuh dengan cobaan..
Cinta penuh dengan
pengorbanan...
Dan cinta penuh dengan
tantangan...
yang jika kita mampu melewatinya
bersama itulah kesejatian cinta
seseorang yang mencintaimu
adalah seseorang yang bisa
membuatmu mencintai dirimu
sendiri
seseorang yang mencintaimu
adalah seseorang yang bisa
membuatmu yakin
kepada hatimu...

Saturday, 9 April 2011

Kembali Tentang Cinta

Yang buta adalah bila cinta itu
menguasai dirimu tanpa suatu
pertimbangan.
Cinta sebenarnya tidak buta.
Cinta adalah sesuatu yang murni,
luhur dan diperlukan.
Bukan laut namanya jika airnya
tidak berombak, bukan cinta
namanya jika perasaan tidak
pernah terluka,
bukan kekasih namanya jika
hatinya tidak pernah merasa
rindu dan cemburu.
Cinta bukanlah dari kata-kata
tetapi dari segumpal keinginan
diberi pada hati yang
memerlukan.
Tangisan juga bukanlah pengobat
cinta karena ia tidak mengerti
perjalanan hati nurani.
Kejarlah cita-cita sebelum cinta,
apabila tercapainya cita-cita maka
dengan sendirinya cinta itu akan
hadir.
Cinta seringkali akan lari bila kita
mencari, tetapi cinta jua seringkali
dibiarkan pergi bila ia
menghampiri.
Cinta pertama adalah kenangan,
Cinta kedua adalah pelajaran,
dan cinta yang seterusnya adalah
satu keperluan
karena hidup tanpa cinta
bagaikan masakan tanpa garam.
Karena itu jagalah cinta yang
dianugerahkan itu
sebaik-baiknya agar ia terus
mekar dan wangi sepanjang
musim.
Kecewa bercinta bukan berarti
dunia sudah berakhir. Masa
depan yang cerah berdasarkan
pada masa lalu
yang telah dilupakan. Kamu tidak
dapat melangkah dengan baik
dalam kehidupan kamu
sampai kamu melupakan
kegagalan kamu dan rasa
kekecewaan itu.
Hanya diperlukan waktu semenit
untuk menafsir seseorang, sejam
untuk menyukai seseorang dan
sehari untuk mencintai seseorang,
tetapi diperlukan waktu seumur
hidup untuk melupakan
seseorang.
Hidup tanpa cinta sepeeti
makanan tanpa garam. Oleh
karena itu, kejarlah cinta seperti
kau mengejar waktu dan apabila
kau sudah mendapat cinta itu,
jagalah ia seperti kau menjaga
dirimu. Sesungguhnya cinta itu
karunia Tuhan Yang Maha Esa.
Cintailah orang yang engkau
kasihi itu sekedranya, mungkin
saja dia akan menjadi orang yang
kau benci pada suatu hari kelak.
Juga bencilah terhadap orang
yang kamu benci itu sekedarnya,
barangkali dia akan menjadi
orang yang engkau kasihi pada
suatu hari nanti.
Janganlah kau tangisi perpisahan
dan kegagalan bercinta, karena
pada hakikatnya jodoh itu bukan
ditangan manusia.
Atas kasih sayang Tuhan kau dan
dia bertemu, dan atas limpahan
kasihNya jua kau dan dia
dipisahkan
bersama hikmah yang
tersembunyi. Pernahkan kau
berfikir kebesaranNya itu ?
Cinta itu tidak menjanjikan
sebuah rumah tangga aman
damai, tetapi penerimaan dan
tanggung jawab
adalah asas utama kebahagiaan
rumah tangga. Cinta hanya
sebuah keindahan perasaan,
cinta akan bertukar menjadi
tanggung jawab apabila
terbinanya sebuah rumah tangga.
Memberikan seluruh cintamu
kepada seseorang bukanlah
jaminan dia akan membalas
cintamu, jangan mengharapkan
balasan cinta, tunggulah sampai
cinta berkembang dihatinya,
tetapi jika tidak, berbahagialah
karena cinta tumbuh dihatimu.
Cinta bukanlah dari kata-kata,
tetapi dari segumpal keinginan
diberi pada hati yang
memerlukan.
Cinta lebih mudah mekar dihati
yang sedang dilanda kecewa,
cinta seperti ini adalah cinta yang
mengharapkan belas kasihan,
oleh karena itu, bila sepi telah
punah maka biasanya cinta juga
akan turut terbang.
Cinta yang dikaitkan dengan
kepentingan pribadi akan
berubah menjadi putus asa.
Dalam sebuah percintaan,
janganlah kamu sesali perpisahan
tetapi sesalilah pertemuan.
Karena tanpa pertemua tidak
akan ada perpisahan. Menikahlah
dengan orang yang lebih
mencintai diri kita
daripada kita mencintai diri orang
itu. Itu lebih baik daripada
menikahi orang yang kita cintai
tetapi tidak menyintai
diri kita karena adalah lebih
mudah mengubah pendirian diri
sendiri daripada mengubah
pendirian orang lain.
Cinta yang suci dapat dilihat dari
pengorbanan seseorang,
bukanlah dari pemberian semata.
Ibaratkalah kehilangan cinta itu
seumpama hilangnya cincin
permata di lautan luas yang tiada
bertepi dan harus dilupakan.
Cinta tidak selalu bersama jodoh,
tapi jodoh selalu bersama cinta.
Kata pujangga ; Cinta letaknya di
hati, meskipun tersembunyi,
namun getarannya jelas sekali. Ia
mampu mempengaruhi fikiran
sekaligus mengendalikan tindakan
kita sehingga kadangkala kita
melakukan hal terbodoh tanpa
kita sadari.
Cinta dimulai dengan senyuman,
tuumbuh dengan dekapan dan
seringkali berakhir dengan air
mata.

Thursday, 7 April 2011

SEPULUH Kesalahan Jatuh Cinta
















Jatuh cinta memang berjuta rasanya. Biasanya orang yang sedang jatuh cinta memang cenderung "buta". Tidak jarang orang yang sedang jatuh cinta melupakan hal-hal mendasar yang sebetulnya penting untuk diperhatikan.

Nah, berikut ini 10 uraian kesalahan yang kerap dilakukan ketika seseorang jatuh cinta :

1. Menciptakan hubungan asmara tanpa membangun persahabatan dengannya. Mungkin kita memang benar jatuh cinta secara mendalam padanya, tapi jangan lupa luangkan waktu sedikit banyak untuk mengetahui atau memperhatikan apa yang sesungguhnya ia inginkan atau ia perlukan. Sisihkan waktu untuk mempelajari kepribadiannya bukan hanya fisik semata.

2. Tidak jujur kepada diri sendiri. Seringkali orang yang sedang jatuh cinta memberikan batas toleransi yang berlebihan kepada pasangan. Mereka berpura-pura seolah-olah sikap pasangan bukan merupakan gangguan yang besar pada diri mereka atau mereka berharap agar masalah itu selesai seiring dengan berlalunya waktu

3. Tidak "memperhatikan" diri sendiri selama menjalin hubungan asmara. Banyak orang yang lupa "memperhatikan" dirinya sendiri selama menjalin hubungan asmara. Kebanyakan orang yang sedang dimabuk cinta ingin selalu berduaan dengan kekasihnya. Akibatnya orang-orang di sekitar mereka merasa diabaikan sehingga lambat laun tanpa mereka sadari teman-teman pun menjauh. Ini mempunyai akibat yang buruk di masa mendatang. kita akan dicap kuper dan bila kita sedang jenuh bersama sang kekasih, tidak ada seorang teman pun yang bersama dengan kita.

4. Menggantungkan kebahagiaan diri kita ke pasangan. Jika selama ini kita berpikir bahwa kebahagiaan kita bergantung pada pasangan, maka kita salah. kita boleh jatuh cinta pada siapa saja namun tidak berarti bahwa orang tersebut dapat membuat kita bahagia. Kebahagiaan diri kita bergantung pada kita sendiri dan jangan sesekali kita memusatkan seluruh hidup dan perhatian hanya pada satu orang saja karena jika demikian, berarti kita telah menutup wawasan dan kesempatan untuk menjadi lebih baik bagi diri kita sendiri.

5. Cinta membutuhkan waktu. Seringkali seseorang lupa akan point yang penting ini. Cinta selalu membutuhkan waktu, baik untuk mengenal maupun untuk bertumbuh. Terlalu cepat memulai suatu hubungan berakibat kurang baik karena mungkin kita belum mengenal dengan baik karakter pasangan, sebaliknya jika kita terlalu terburu-buru mengambil keputusan untuk meninggalkan pasangan hanya karena permasalahan sepele juga kurang bijaksana. Karena itu sebaiknya beri waktu yang cukup bagi diri sendiri untuk mengenal pasangan.

6. Terlalu fokus pada sex. kita harus menyadari bahwa tidak ada seorang pun yang senang menjadi objek sex. Jangan jadikan sex sebagai prioritas suatu hubungan, sebaliknya jadikan sex hanya sebagai pemanis dalam hubungan  berdua ( dengan catatan sex hanya bole di lakukan bagi mereka yg udah terikat oleh pernikahan) . Fokuskan perhatian kita dalam membangun jalinan asmara yang solid bersamanya. Buatlah rencana yang jelas untuk masa mendatang.

7. Berkencan tanpa tujuan yang jelas. Kencan memang merupakan aktivitas yang seru dan menyenangkan, namun jika kita tidak mempunyai tujuan yang jelas dan tidak tahu apa yang kita cari atau kita inginkan maka cepat atau lambat hal ini akan membuat diri kita menjadi lelah baik secara fisik maupun mental. Jadi lebih baik tentukan dahulu apa yang kita cari dari suatu hubungan asmara dan apa yang kita inginkan dari calon pasangan.

8. Berprinsip bahwa sex dapat menyelesaikan semua masalah. Tinggalkan prinsip seperti ini. Walaupun kita bersedia menyerahkan diri kita seutuhnya kepada pasangan, tidak menjamin bahwa pasangan akan setia atau tidak akan meninggalkan kita. Segera ubah pola pikir kita. Jangan biarkan diri kita dibodohi dengan iming-iming jika kita bersedia melakukan hubungan sex maka pasangan akan semakin mencintai kita. Itu justru membuktikan bahwa pasangan tidak mencintai kita dan hanya menginginkan kesenangan semata.

9. Memprioritaskan kecantikan fisik. Ini juga merupakan salah satu hal yang kerap terjadi. Umumnya kecantikan fisik menduduki skala prioritas utama dari pada kecantikan batin. Padahal kecantikan batin jauh lebih bermanfaat dan tahan lama.

10. Kembali melakukan kesalahan yang sama. Pernahkah kita mengintrospeksi diri mengenai kegagalan asmara kita di masa lalu? Sebelum memulai hubungan yang baru, ada baiknya kita mengintrospeksi diri dan melihat kembali dimana kesalahan kita. Dengan mengetahui letak kesalahan, kita dapat belajar untuk tidak lagi mengulangi kesalahan yang sama .

Friday, 1 April 2011

Laki-laki Sejati

Seorang anak gadis bertanya
pada Bunda, bagaimana memilih
lelaki sejati?
Bunda menjawab, Nak…
Laki-laki sejati bukanlah dilihat
dari bahunya yang kekar,
tetapi dari kasih sayangnya pada
orang disekitarnya….
Laki-laki sejati bukanlah dilihat
dari suaranya yang lantang,
tetapi dari kelembutannya
mengatakan kebenaran…..
Laki-laki sejati bukanlah dilihat
dari jumlah sahabat di sekitarnya,
tetapi dari sikap bersahabatnya
pada generasi muda bangsa…
Laki-laki sejati bukanlah dilihat
dari bagaimana dia di hormati
ditempat bekerja,
tetapi bagaimana dia dihormati
didalam rumah…
Laki-laki sejati bukanlah dilihat
dari kerasnya pukulan,
tetapi dari sikap bijaknya
memahami persoalan…
Laki-laki sejati bukanlah dilihat
dari dadanya yang bidang,
tetapi dari hati yang ada dibalik
itu…
Laki-laki sejati bukanlah dilihat
dari banyaknya wanita yang
memuja,
tetapi komitmennya terhadap
wanita yang dicintainya…
Laki-laki sejati bukanlah dilihat
dari jumlah barbel yang
dibebankan,
tetapi dari tabahnya dia
menghadapi lika-liku kehidupan…
Laki-laki sejati bukanlah dilihat
dari kerasnya membaca AlQur’an,
tetapi dari konsistennya dia
menjalankan apa yang ia baca…

- Vicky Rubiyanto dua -

Friday, 25 March 2011

Tips Cara Atasi Rasa Cemburu

Saya mengerti hari demi hari
rasanya berjalan begitu lambat
ketika Anda sedang dalam
keadaan sakit hati, tapi saya yakin
Anda dapat terus melaluinya
dengan berani dan penuh
harapan tanpa berpaling ke
belakang. Ketika Anda terus
berjalan, maka tanpa Anda sadari
Anda sudah berada jauh
meninggalkan masa lalu Anda
dan siap menyambut masa depan
yang lebih bahagia.
Saya masih ingat bagimana
keadaan saya sewaktu berada
dalam posisi Anda dulu. Siang
hari terasa lambat dan penuh
beban, namun ketika malam tiba,
saya terbaring sendirian di atas
tempat tidur, semua pikiran
melayang ke masa lalu dan
membuat hati saya beku tanpa
rasa dan asa.
Seiring dengan berjalannya
waktu, perasaan sakit, pedih, dan
kekecewaan mungkin sedikit
memudar, namun ada satu
perasaan yang kerap menusuk:
rasa cemburu. Pagi, siang, dan
malam, pikiran saya dihantui oleh
bayangan-bayangan bahwa
mantan kekasih saya sedang
bersenang-senang dengan pria
lain, bermesraan, dan melupakan
saya. Padahal di saat yang
bersamaan saya begitu
merindukan dirinya.
Saya tidak rela apabila ada pria
lain yang ‘menikmati’ mantan
kekasih saya.
Akibat rasa cemburu buta yang
melanda hati saya, akibatnya saya
melakukan hal bodoh yang
sampai hari ini sangat saya sesali
apabila saya mengingatnya. Setiap
hari saya mengecek profile
Facebook mantan saya untuk
mencari tahu tentang
hubungannya dengan pria lain.
Dan Anda tahu, apa yang saya
temukan membuat luka saya
yang hampir sembuh, terbuka
dan berdarah kembali. Fotonya
berduaan dengan pria lain.
Sakit sekali rasanya…
Akibat saya tidak bisa
mengendalikan rasa cemburu,
saya harus mengulang proses
penyembuhan saya dari awal lagi.
Sungguh sebuah proses yang
menyakitkan dan sangat
membuang waktu.
Saya tidak ingin agar Anda
mengulang kesalahan saya.
Biarkan pengalaman saya menjadi
pelajaran berharga bagi Anda.
Rasa cemburu hanyalah produk
dari pikiran, hati, dan jiwa yang
sedang sakit, yang jelas tidak
boleh Anda ladeni.
Sangat wajar untuk merasa
cemburu karena Anda merasa si
dia telah menjadi milik Anda, dan
sebagai manusia normal kita tidak
terbiasa apabila hak milik kita
direbut orang lain. Itu adalah hal
yang sangat manusiawi.
Masalahnya, Anda harus
menyadari satu hal yang sangat
penting. Satu hal yang juga harus
Anda ingat baik-baik ketika
berhubungan dengan siapapun
nanti di masa mendatang: ANDA
TIDAK PERNAH MEMILIKI
SESEORANG SEPENUHNYA.
Manusia bukanlah barang yang
bisa dimiliki. Karena setiap
manusia adalah sebuah entitas
unik yang bebas dan tidak bisa
dimiliki siapapun. Anda tidak bisa
memiliki siapapun, termasuk
mantan kekasih Anda. Sama
seperti tidak ada seorangpun
yang bisa memiliki Anda
sepenuhnya apabila Anda tidak
mengijinkannya. Selama ini pun si
dia tidak pernah menjadi milik
Anda. Dia hanya mengijinkan
dirinya dimiliki oleh Anda untuk
sementara, dan dia telah
mencabut ijinnya ketika dia
meninggalkan Anda.
Jadi apabila Anda merasa telah
memiliki dirinya, itu hanyalah
sebuah ILUSI BELAKA. Sebuah
ilusi yang sangat berbahaya yang
bisa merusak diri Anda.
Rasa cemburu timbul dari
campuran emosi takut dan
marah. Takut kehilangan dirinya
dan marah karena Anda dapat
digantikan dengan orang lain
sebegitu mudahnya. Dengan kata
lain, rasa cemburu timbul akibat
kurangnya rasa percaya diri dan
rasa berharga atas diri sendiri. Ini
adalah sebuah perasaan yang
timbul karena kelemahan Anda
sendiri, bukan karena perbuatan
orang lain.
Diri Anda sendiri yang
mengakibatkan Anda merasa
cemburu. Karena itu hanya Anda
sendiri juga lah yang dapat
mengatasinya.
Tapi saya juga mengakui bahwa
rasa cemburu adalah perasaan
yang sangat nyata. Untuk
mengatasinya, Anda harus
menyadari sepenuhnya beberapa
hal berikut ini:
#1. Manusia membutuhkan
pelarian.
Apabila Anda merasa sakit dan
hancur akibat putus cinta kali ini,
ingat baik-baik bahwa mantan
kekasih Anda pun merasakan
juga apa yang Anda rasakan.
Oleh karena itu, sangat wajar bagi
seseorang untuk mencari orang
lain yang dijadikan pelarian
sebagai peredam rasa sakit
hatinya.
Dan ini sama sekali bukanlah hal
yang harus Anda kuatirkan
karena siapapun sosok yang
sedang dekat dengannya, dia
bukanlah Anda. Sosok tersebut
hanyalah bayangan dari diri
Anda. Sebuah alat untuk
melampiaskan kegalauan yang
dirasakan oleh mantan kekasih
Anda. Mantan Anda akan selalu
membanding-bandingkan Anda
dengan sosok tersebut. Mantan
Anda tidak akan pernah benar-
benar menyukai orang tersebut.
Dan percaya pada saya, mantan
Anda tidak akan merasa bahagia
melakukan hal ini. Justru ini
adalah sebuah kesalahan besar
yang membuatnya akan selalu
teringat pada Anda dan
memperparah rasa sakit hatinya.
#2. Anda hanya berilusi.
Apapun yang Anda pikirkan, yang
membuat Anda merasa cemburu,
semua itu kemungkinan besar
tidak benar-benar terjadi. Semua
skenario yang terbayang di kepala
Anda hanyalah imajinasi Anda
belaka. Anda harus menyadari
bahwa semua itu sama sekali
tidak nyata!
Itu adalah cara otak Anda
mencari alasan untuk
membenarkan rasa sakit yang
Anda rasakan. Anda
membutuhkan seseorang atau
sesuatu untuk dijadikan alasan
dan kambing hitam atas rasa sakit
yang Anda rasakan, karena itu
otak Anda menciptakan skenario-
skenario yang membuat Anda
merasa cemburu. Membuat Anda
merasa berhak untuk merasa
marah, takut, kecewa, dan sakit.
#3. HUBUNGAN ANDA SUDAH
BERAKHIR!
Maka apapun yang dilakukan
oleh mantan Anda, sama sekali
tidak ada hubungannya dengan
Anda. Begitu pula sebaliknya,
apapun yang Anda lakukan tidak
ada hubungannya dengan
mantan Anda.
Mantan Anda BERHAK untuk
melakukan apapun yang
diinginkannya tanpa memikirkan
Anda, sama seperti Anda pun
BERHAK melakukan apa saja yang
Anda inginkan tanpa memikirkan
dirinya. Justru sekarang
seharusnya Anda merasa sangat
bebas, bukannya malah terikat
oleh rasa cemburu Anda!
#4. Jadikan cemburu sebagai
katalisator diri.
Gunakan rasa cemburu Anda
untuk mendorong Anda
melakukan hal-hal yang dapat
mengembalikan kebahagiaan diri
Anda sendiri. Yang ada dalam
pikiran Anda harusnya seperti ini:
” Kalau dia bisa bersenang-senang
dengan orang lain tanpa
memikirkan saya, maka saya juga
bisa bersenang-senang dengan
orang lain tanpa memikirkannya!
Kalau dia bisa bahagia tanpa diri
saya, maka saya juga bisa bahagia
tanpa dirinya!”
Dan lakukan semua hal-hal
tersebut dengan sepenuh hati.
Bersenang-senanglah tanpa
memikirkan dirinya!
Berbahagialah tanpa dirinya,
karena Anda layak untuk
berbahagia!

Thursday, 24 March 2011

ADA APA DENGAN KITA...?

Saat mobil mewah dan mulus yang kita miliki tergores, goresannya bagai menyayat hati kita. Saat kita kehilangan handphone di tengah jalan, separuh tubuh ini seperti hilang bersama barang kebanggaan kita tersebut. Saat orang mengambil secara paksa uang kita, seolah terampas semua harapan.

Tetapi... tak sedikitpun keresahan dalam hati saat kita melakukan perbuatan yang melanggar perintah Allah, kita masih merasa tenang meski terlalu sering melalaikan sholat, kita masih berdiri tegak dan sombong meski tak sedikitpun infaq dan shodaqoh tersisihkan dari harta kita, meski di sekeliling kita anak-anak yatim menangis menahan lapar.

ADA APA DENGAN KITA...?

Kata-kata kotor dan dampratan seketika keluar ketika sebuah mobil yang melaju kencang menciprati pakaian bersih kita. Enggan dan malu kita menggunakan pakaian yang terkena noda tinta meski hanya setitik. Kita tanggalkan pakaian-pakaian yang robek, bolong dan menggantinya dengan yang baru.

Tetapi... kita tak pernah ambil pusing dengan tumpukan dosa yang mengotori tubuh ini, kita tak pernah merasa malu berjalan meski wajah kita penuh noda kenistaan, kita pun tak pernah tahu bahwa titik-titik hitam terus menyerang hati ini hingga saatnya hati kita begitu pekat, dan kitapun tak pernah mencoba memperbaharuinya.

ADA APA DENGAN KITA...?

Kita merasa tidak dihormati saat teguran dan sapaan kita tidak didengarkan. Hati ini begitu sakit jika orang lain mengindahkan panggilan kita. Terkadang kita kecewa saat orang lain tidak mengenali kita karena kita seorang pejabat, pengusaha, kepala pemerintahan, tokoh masyarakat bahkan orang terpandang, kita sangat khawatir kalau-kalau orang membenci kita, dan berat rasanya saat orang-orang meninggalkan kita.

Tetapi... tidak jarang kita abaikan nasihat orang, begitu sering kita tak mempedulikan panggilan adzan, tak bergetar hati ini saat lantunan ayat-ayat Allah terdengar di telinga. Dengan segala kealpaan dan kekhilafan, kita tak pernah takut jika Allah Yang Maha Menguasai segalanya membenci kita dan memalingkan wajah-Nya, kita pun tak pernah mau tahu, Rasulullah SAW mengenali kita atau tidak di Padang Masyhar nanti. Kita juga tak peduli melihat diri ini jauh dari kumpulan orang-orang sholeh dan beriman.

Mari tanyakan dalam hati kita masing-masing...
"ADA APA DENGAN KITA...?"

semoga manfaat kembali..

Friday, 18 February 2011

"KARENA DIA MANUSIA BIASA"













Setiap kali ada teman yang mau menikah, saya selalu mengajukan pertanyaan yang sama. Kenapa kamu memilih dia sebagai suamimu/istrimu? Jawabannya sangat beragam. Dari mulai jawaban karena Allah hingga jawaban duniawi (cakep atau tajir,  manusiawi lah). Tapi ada satu jawaban yang sangat berkesan di hati saya.

Hingga detik ini saya masih ingat setiap detail percakapannya. Jawaban salah seorang teman yang baru saja menikah. Proses menuju pernikahannya tentulah melalui ta’aruf, tanpa pacaran. Mereka hanya berkenalan 2 bulan. Lalu memutuskan menikah. Persiapan pernikahan hanya dilakukan dalam waktu sebulan saja. Kalau dia seorang akhwat (aktivis pengajian), saya tidak akan heran. Proses pernikahan seperti ini sudah lazim.

Dia bukanlah akhwat. Satu hal yang pasti, dia tipe wanita yang sangat berhati-hati dalam memilih suami. Trauma dikhianati lelaki membuat dirinya sulit untuk membuka diri. Ketika dia memberitahu akan menikah, saya tidak menanggapi dengan serius. Mereka berdua baru kenal sebulan. Tapi saya berdoa, semoga ucapannya menjadi kenyataan. Saya tidak ingin melihatnya menangis lagi.

Sebulan kemudian dia menemui saya. Dia menyebutkan tanggal pernikahannya. Serta memohon saya untuk cuti, agar bisa menemaninya selama proses pernikahan. Begitu banyak pertanyaan dikepala saya. Asli. Saya pengin tau, kenapa dia begitu mudahnya menerima lelaki itu.

Ada apakah gerangan? Tentu suatu hal yang istimewa. Hingga dia bisa memutuskan menikah secepat ini. Tapi sayang, saya sedang sibuk sekali waktu itu. Saya tidak bisa membantunya mempersiapkan pernikahan. Beberapa kali dia telfon saya untuk meminta pendapat tentang beberapa hal. Beberapa kali saya telfon dia untuk menanyakan perkembangan persiapan pernikahannya. That’s all. Kita tenggelam dalam kesibukan masing-masing.

Saya menggambil cuti sejak H-2 pernikahannya. Selama cuti itu saya memutuskan untuk menginap dirumahnya. Jam 11 malam, H-1 kita baru bisa ngobrol –hanya berdua- di taman rumahnya. Hiruk pikuk persiapan akad nikah besok pagi, sungguh membelenggu kita. Padahal rencananya kita ingin ngobrol tentang banyak hal. Akhirnya, bisa juga kita ngobrol berdua. Ada banyak hal yang ingin saya tanyakan. Dia juga ingin bercerita banyak pada saya.

“Aku gak bisa tidur”, Dia memandang saya dengan wajah memelas. Saya paham kondisinya saat ini. Kita melanjutkan ngobrol sambil berbisik-bisik. Kita berbicara banyak hal, tentang masa lalu dan impian-impian kita. Wajah sumringahnya terlihat jelas dalam keremangan lampu taman.

“Kenapa kamu memilih dia”....

Saturday, 12 February 2011

INDAHNYA HATI YANG MEMAAFKAN

Maaf adalah kata kunci untuk membuka pintu dendam dan belenggu kebencian.
Maaf mengandung sebuah kekuatan yang sanggup mematahkan rantai kepahitan dan keterikatan pada sifat mementingkan diri," demikianlah ungkapan manis yang keluar dari seorang yang bernama William Arthur Ward. 

Memaafkan kesalahan-kesalahan kecil jelas lebih mudah. Tapi kesalahan-kesalahan besar, atau bahkan yang menurut kita fatal, tentu tidak semudah itu. Jangankan memaafkan, melupakan saja mungkin sulit. Bahkan setelah lama berlalu pun, bisa jadi kesalahan itu akan seperti rekaman video yang kadang-kadang (atau bahkan masih sering) berputar dan berputar lagi di dalam ingatan Anda. Banyak orang beranggapan, untuk bisa secara total memaafkan kesalahan orang lain, cara termudah adalah melupakan perbuatan yang menyakitkan itu atau sekaligus melupakan orang yang berbuat kesalahan. Anda seolah-olah tinggal membuka.

Bila kita tersakiti maka kita akan selalu mengingat kesalahan orang lain, rasa sakit itu berubah menjadi benci. Tidak peduli penyebab luka itu apakah benar-benar ada atau tidak, secara perlahan luka itu menggerus hati kita kemudian keluar dari tubuh kita dan merusak sekitar, orang-orang disekeliling kita untuk menyebarkan kebencian. Kita semua tahu bahwa bila kita terserang rasa kebencian. Maka kita memiliki ingatan yang luar biasa sampai hal terkecil yang dibencinya juga masih diingatnya. daftar panjang dimilikinya karena ruang hatinya menjadi penuh sesak dengan kebencian, tidak menyisakan ruang untuk cinta dan kasih sayang.

Memaafkan dan memohon maaf berarti membersihkan diri dari segala kotoran hati seperti kebencian, kemarahan, dengki dan rasa sakit. Sehingga ruang hati kita tumbuh semangat dan motivasi hidup yang positif dan kasih sayang untuk sesama. Makna Memohon maaf dan memaafkan keduanya sama-sama indah karena perbuatan baik dan Allah mencintai orang yang berbuat kebaikan. sebagaimana firman Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

'Dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan kesalahan orang lain. Dan Allah mencintai orang yang berbuat kebaikan. (QS. Ali- Imran : 134).

Lembaran baru dari sebuah buku, dan membuang catatan-catatan buruk sebelumnya. Tapi tentu saja, pengalaman hidup tidak sama dengan buku yang bisa tinggal dirobek dan dibuang. Apa yang pernah tertoreh di dalam kehidupan akan menjadi catatan yang terpatri selamanya. Ia akan menjadi sejarah yang mau tak mau harus kita terima sebagai bagian dari perjalanan hidup Anda.

Memaafkan tidak sama dengan melupakan. Proses memaafkan kesalahan yang besar membutuhkan waktu yang cukup panjang. Biasanya dimulai dengan munculnya emosi-emosi negatif yang intens, sebelum akhirnya kita mampu memahami kejadian yang menyakitkan itu dari sudut pandang yang lebih luas dan positif. Singkat atau lamanya proses ini tidak sama untuk setiap orang

Memaafkan berarti membuka hati dan pikiran kita untuk menerima permintaan seseorang, agar kita mau melupakan kesalahan yang pernah diperbuatnya. Pikiran kita yang tidak mau memaafkan orang lain sebenarnya menyembunyikan kesadaran kita atas kenyataan bahwa kita memenjarakan diri kita dengan terpaku pada amarah dan kebencian.

Memaafkan adalah jalan menuju kebahagiaan dan jalan tercepat untuk menyingkirkan penderitaan dan sakit hati. Memaafkan mampu memberi perasaan damai dan menjernihkan pikiran kita, sehingga kita dapat hidup dengan tenang dan damai tanpa dibayang-banyangi dengan perasaan dendam.

Bila sedemikian pentingnya peran memaafkan ini, mengapa kita begitu sulit untuk memaafkan orang lain? Mudah-mudahan, kita diberi-Nya kelapangan hati untuk memaafkan orang lain.

Sifat pemaaf ini dicontohkan oleh Rasulullah dalam kehidupan bermasyarakat. Rasulullah tidak pernah membalas orang lain yang menyakitinya, selama tidak menyinggung masalah agama Islam. Namun, apabila melecehkan kehormatan Islam dan yang berhubungan dengan hak-hak Allah, beliau tidak memberi maaf. Sebab, pemaafan dalam hal ini berarti pelecehan terhadap hak-hak Allah.

Memaafkan adalah gerbang kedamaian dan ketenteraman dalam hidup kita. Pintu gerbang itu kecil sekaligus sempit dan hanya bisa dimasuki dengan menundukkan kepala kita. Tidak mudah untuk menemukannya namun bila kita sungguh-sungguh untuk mencarinya maka kita akan menemukannya. Memaafkan hampir tidak pernah kita temukan dalam keadilan hidup didunia, yang memaksa kita agar membalas sakit dengan sakit, memaafkan hanya kita akan temukan bila kita mampu menyingkirkan.

 Maaf merupakan jembatan yang harus diseberangi oleh kita semua untuk meninggalkan kepedihan, sakit hati, putus asa, amarah, dan berbagai penderitaan lain. Kita memerlukan keberanian, kerendahan hati, dan kemauan yang besar untuk menempuh risiko ketika menyeberangi jembatan itu, tapi di ujung sana; kedamaian, kebahagiaan, cinta, dan kenyamanan telah menanti kita. Memaafkan secara tuntas memungkinkan kita hidup secara penuh. Allah swt berfirman, “Jika kamu menyatakan sesuatu kebaikan atau menyembunyikan atau memaafkan sesuatu kesalahan (orang lain), maka sesungguhnya Allah Maha Pemaaf lagi Maha Kuasa.” QS an-Nisaa’ [4]: 149

Begitu seringnya kita menghidupkan kembali kepahitan-kepahitan masa lalu dan bangga akan status kita sebagai seorang martir dalam setiap kejadian. Tapi sayang, ia diikuti pula oleh rasa marah, kebencian yang meracuni pengalaman yang mestinya sangat membahagiakan itu. Hanya ada satu obat dalam hal ini yaitu memaafkan dan melupakan kepahitan-kepahitan itu. Brian Tracy menyarankan agar kita "membagi selimut maaf kepada siapa pun untuk apa pun yang pernah mereka perbuat untuk menyakiti Anda."

Saudaraku, ketahuilah bahwa benak kita hanya dapat diisi oleh satu pikiran setiap kalinya. Karena itu, begitu kita  mulai memikirkan alasan untuk memaafkan orang lain, berarti kita akan menarik semua energi dan bahan bakar yang diperlukan oleh emosi negatif, dalam bentuk rasa marah dan penyesalan, agar tetap menyala. Kita menyetel kembali kendali mental kita , saat itu kita sedang menjaga diri kita agar tetap tenang dan positif. Karena itu pula, Mahatma Gandhi percaya bahwa, "orang yang lemah tidak pernah sanggup memberi maaf. Memaafkan merupakan ciri orang kuat." 

Robin Sharma berkata, “Memaafkan adalah tindakan spiritual yang berani. Memaafkan juga salah satu cara terbaik untuk menaikkan kualitas hidup Anda. Saya telah menemukan bahwa setiap menit yang Anda gunakan untuk memikirkan seseorang yang berbuat salah kepada Anda adalah menit-menit yang telah Anda curi dari pencarian yang lebih berharga: mendapatkan orang yang akan membantu Anda.”

Suatu ketika seorang pria bertanya kepada Rasulullah Solallahu Alaihi Wassallam  tentang akhlak yang baik, maka beliau membacakan firman Allah, “Jadilah engkau pemaaf dan perintahkan orang mengerjakan yang ma’ruf, serta berpalinglah dari orang-orang yang bodoh.” (QS al-A’raaf: 199). Kemudian beliau bersabda lagi, “Itu berarti engkau harus menjalin hubungan dengan orang yang memusuhimu, memberi kepada orang yang kikir kepadamu dan memaafkan orang yang menganiayamu.”   (Hr. Ibnu Abud-Dunya)

BELAJAR MENERIMA KEKURANGAN DIRI

Tidak ada manusia yang sempurna, itu ungkapan  klasik yang sering kita dengar,untuk menyatakan kejanggalan atau kekurangan diri kita atau orang lain,   hanya ada manusia yang merasa sempurna dan ingin terlihat sempurna. Ungkapan ini begitu bermakna untuk menyadarkan kita tentang kekurangan diri. Kelebihan dan kekurangan merupakan dua sisi dalam fitrah kemanusiaan yang saling melengkapi. Namun, seringkali kita tidak dapat menerima kekurangan diri sendiri dan tidak mau memahami kekurangan orang lain. Kekurangan lebih sering diapresiasi dengan perasaan dan pikiran negatif, sehingga banyak orang yang membenci kekurangan diri dan menganggap kesempurnaan sebagai faktor mutlak untuk mencapai kebahagiaan.

Menerima kekurangan, memang tidak mudah. Bagi saya bahkan lebih mudah menuliskannya daripada menerapkannya. Akan tetapi, proses belajar itu tidak boleh berhenti karena tanpa belajar, kita tidak akan tahu dan tidak akan mampu melakukan, serta mencapai sesuatu.

Belajar merupakan proses berupaya untuk dapat memahami dan menerima, termasuk belajar menerima kekurangan diri. Lalu bagaimana caranya? Saya pun masih belajar dan mencoba berbagi lewat tulisan ini.

Kelebihan merupakan anugerah yang akan mengisi dan melengkapi kekurangan. Bermuhasabah akan senantiasa menumbuhkan kesadaran diri bahwa sejak awal terlahir pun kita tidak memiliki apa-apa.

“Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur” (An-Nahl:78).

Ayat ini mengingatkan kita bahwa kekurangan dan kelebihan patut kita syukuri. Bersyukur atas keadaan yang kita terima merupakan langkah utama untuk belajar menerima diri secara utuh.Tanpa mensyukuri dan menyadari kekurangan diri, kita tidak akan benar-benar mengerti kelebihan diri. Allah Subhanahu Wa Ta Ala menciptakan kekurangan agar kita selalu introspeksi, tidak takabur dan menyombongkan diri karena hanya Yang Maha Sempurna yang berhak memiliki segalanya.

Dalam syukur itu ada kesabaran. Untuk bisa menerima kekurangan, perlu kesabaran dan pengertian.

Kesabaran berarti ketulusan dalam berupaya dan berserah diri. Kita dan orang-orang yang kita sayangi tidak selalu bisa sejalan dengan keinginan dan tidak selalu bisa menyenangkan hati satu sama lain. Kekurangan diri tidak mungkin selalu bisa ditutupi dengan terus menonjolkan kelebihan diri. Kita terbatas dalam kemampuan dan tiada batas dalam keinginan, sehingga diperlukan pengertian dan kesabaran untuk memahami semua itu. Kita berhak untuk berubah, serta memperbaiki kekurangan diri sendiri dan orang lain, tetapi kita juga harus ingat untuk memaksimalkan kelebihan yang kita punya. Jangan sampai waktu dan energi terfokus untuk menambal dan menutupi kekurangan, sehingga kita lupa bahwa kita punya keistimewaan yang berguna. Pengertian berarti kita menerima apa adanya, kelebihan dan kekurangan diri kita dan orang lain tanpa memaksakan kehendak untuk mengubahnya, apalagi demi orang yang tidak mau belajar menerima kekurangan diri kita.

Pengertian akan tumbuh sejalan dengan rasa menghargai. Menghargai diri sendiri dan orang lain merupakan pengakuan bahwa ada sisi kelebihan yang bisa kita manfaatkan untuk membuat diri kita berguna, serta masih banyak orang lain yang melebihi kita dalam segala hal. Penghargaan yang tulus merupakan wujud penerimaan dan syukur atas apapun keadaan diri, sehingga kita dapat bersikap bijaksana, tidak merasa inferior dengan kekurangan diri, tidak underestimate terhadap kekurangan orang lain dan tidak dengki atas kelebihan orang lain.

Pengertian dan penghargaan kita atas diri sendiri dan orang lain bisa membuat kita menyadari hakikat kemanusiaan kita yakni selalu membutuhkan orang lain. Sebagai makhluk sosial, kita tidak bisa menghindar dari kebutuhan berinteraksi dan berelasi dengan orang lain di sekeliling kita. Hidup itu untuk saling mengisi dan melengkapi karena kita tidak akan mampu hidup sendiri. Kekurangan yang kita miliki bisa dilengkapi dengan kelebihan orang lain, dan kelebihan yang kita punya dapat mengisi kekurangan orang lain. Dalam hubungan dengan pasangan, sahabat, kerabat atau rekan kerja, kesadaran akan saling membutuhkan ini merupakan energi untuk memahami dan menghargai kekurangan dan kelebihan masing-masing.

Jika kita renungi dan kita hayati, kekurangan diri merupakan alarm hati yang akan mengingatkan kita akan kematian. Dengan mengingat kematian, kita dapat membangkitkan kesadaran bahwa semua makhluk akan binasa, sehingga tidak hanya kekurangan yang melekat pada diri kita, tetapi kehancuran yang pasti suatu saat nanti.

Bagi saya, semuanya butuh proses dan keteguhan hati untuk terus berupaya. Hanya orang yang mau menyadari dan mau berproses yang akan mendapatkan pembelajaran tentang banyak hal, bahkan keberhasilan dan kemanfaatan. Belajar menerima kekurangan diri dapat kita jadikan bagian dari manajemen hidup kita, sekaligus proses belajar memanusiakan diri kita.

Semoga kita mampu belajar menerima kekurangan diri dan mampu menggali potensi, keistimewaan serta kelebihan diri , agar kita tetap semangat dalam menjalani hidup dan kehidupan ini......

>>> DAHSYAT DAN MANISNYA SENYUMAN













"Senyum". Satu kata ini sederhana dalam segala hal, namun memberikan kekuatan yang tidak terkira.

Sudah lama suatu kebahagiaan dilambangkan dengan tertawa atau tersenyum,  diyakini bahwa senyum dapat menarik ion-ion dan energi positif ke dalam tubuh, senyawa-senyawa yang penting sebagai sumber kekuatan tubuhpun dapat dihasilkan dari hati yang riang dan senyuman. Telah lama manusia menyadari bahwa senyum adalah suatu hal yang sangat berguna bagi manusia karena di dalam senyuman mengandung kebahagiaan.

Dalam hal pelaksanaan, senyum adalah aktifitas sederhana untuk dilakukan. Siapa sih orang hidup di dunia ini yang tidak bisa tersenyum? Orang miskin maupun kaya pun bisa tersenyum, karena senyum tidak membutuhkan modal, kecuali niat dan ketulusan hati. Manusia pintar dan tidak pintar sama-sama bisa tersenyum karena untuk bisa tersenyum tidak perlu sekolah. Sejak kita lahir, orang-orang di sekeliling kita telah menyambut kita dengan senyum lebar, sekaligus mengajarkannya pada kita. Sakit atau sehat, cacat ataupun normal, semua orang masih bisa tersenyum, karena ia tidak membutuhkan usaha luar biasa. Cukup menarik kedua ujung bibir ke atas sedikit. Kecuali jika sakit dan cacatnya seputar mulut.

Secara fisik, tersenyum dapat membuat kita selalu dalam kondisi riang.

Bobby De Porter dalam bukunya Quantum Learning mengatakan bahwa sikap tubuh seseorang dapat mempengaruhi perasaan atau mood seseorang sebagaimana perasaan juga mempengaruhi sikap tubuh seseorang. Ayo kita coba. Anda sedang sedih atau marah. Kemudian usahakan menarik ujung kedua bibir anda keatas, membentuk sebuah senyuman. Dan tanyakan pada hati anda dengan jujur: Apakah anda masih tetap merasa sedih seperti semula?. Saya percaya, setidaknya perasaan anda tidak seperti sebelumnya. Kemudian cobalah sebaliknya. Anda sedang berperasaan biasa saja atau bahkan tengah riang dan gembira. Kemudian duduklah dengan bahu merunduk. Bungkam mulut anda dan kerucutkan. Maka tiba-tiba anda akan merasa sedih. Nah, mengapa  kita tidak gunakan sikap tubuh untuk mempengaruhi kondisi mental dan jiwa kita? Menyikapi segala sesuatu dengan senyum, insya Allah segalanya akan ringan.

Kata Emha Ainun Najib dalam buku 'Mati Ketawa ala…" orang yang selalu riang dan suka tertawa sulit dimasukin jin dan setan, karena aura tubuh mereka yang rileks tidak menyenangkan bagi jin. Makhluk ini lebih suka memasuki tubuh orang yang suka melamun, berdiam diri dan menyendiri dan selalu bersedih hati."
Dalam hal makna, senyum juga bermakna sederhana. Mendengar kata "senyum", pasti yang terbayang pertama kali adalah wajah manis penuh keramahan dan cinta (Kecuali kalau dibelakang kata itu diberi embel-embel 'sinis', 'sarkastis' dan lain-lain).

Senyum bisa menjadi pembuka komunikasi, juga senjata jika kita sedang grogi. Senyum adalah bahasa dunia. Jika kita tidak saling mengerti bahasa lawan bicara, meski tidak saling sapa, senyum sudah cukup menjadi isyarat persahabatan. Senyum akan mencairkan kekakuan. Hingga ketegangan di antara dua sahabat pun terlelehkan. Hingga kemarahan pun padam, dan cinta serta aura kedamaian tersebar dalam sebuah kelompok, lingkungan dan komunitas.

Rasulullah Sholallahu Alaihi Wassallam bersabda, "Senyummu di muka saudaramu adalah sedekah," dan bukan "Senyummu untuk saudaramu." Dalam hadits di atas dipakai kata "muka", karena pada wajah terdapat banyak indra, dan ia merupakan gambaran hakiki seorang manusia. Oleh karenanya, sebuah senyuman yang tidak terlihat oleh saudara kita, tidak akan mempunyai arti dan tidak akan berkesan.. Ah, alangkah indahnya. Betapa damainya, betapa menyenangkan. Karena kita bisa beramal dan bersedekah, tanpa harus memiliki sesuatu yang besar. Cukup satu hal sederhana. Senyum penuh cinta, penuh ketulusan.

Hadits ini mengajarkan kita betapa hal kecil yang sering kita nggap sepele dan kita abaikan ternyata memiliki nilai yang berharga dalam pandangan agama.

Dalam hadits lain yang diriwayatkan Ad-Dailamy, Rasulullah Sholallahu Alaihi Wassallam bersabda:

Perumpamaan hidup dan pesona alam

Sahabat..
hidup ini seperti air yang
mengalir..
ia melewati berbagai hambatan..
namun air itu akan tetap akan
melewati hambatan itu dengan
sendirinya..
Sahabat..
hidup ini seperti air yang
mengalir..
ia mempunyai tujuan, yaitu LAUT..
yang luas terhampar..
tapi sebelum sampai pada
tujuannya ia harus melewati
rintangan-rintangan serta
hambatan..
bisa jadi hambatan itu akan
menghadangnya didepan..
sehingga membuatnya harus
menghancurkan hambatan itu..
(con: batu)
atau hambatan yang
membuatnya hitam pekat, bau..
walaupun ia harus berjalan
dengan lambatnya..
(perumpamaan HATI kita yang
dipenuhi dengan maksiat
padaNYA, dan dapat dihilangkan
dengan taubat secara terus
menerus sambil menyesali maksiat
yang kita lakukan)
namun tetap sampailah ia ke
LAUT..
--------
Sahabat..
itulah hidup bagaikan air yang
mengalir..
IA (dibaca: ALLAH) tak perlu
melihat cepat sampainya pada
tujuan (LAUT, bagi kita SURGA)
namun yang IA lihat adalah
proses untuk mencapai
tujuannya..
PROSES, yang membuat kita
semakin dewasa
PROSES, yang membuat kita
semakin dapat menyikapi hidup
PROSES, yang membuat kita
selalu belajar
PROSES dan PROSES...
karena Hidup adalah PROSES
perubahan menuju yang lebih
baik..
PERUBAHAN dapat terjadi bila
kita bergerak dengan sesuatu
yang positif..
jadi HIDUP adalah BERGERAK
seperti air yang mengalir..
maka jika kita tak BERGERAK
seperti air yang mengalir, berarti
kita telah MATI..
tetapi hakikat dari MATI adalah
MATInya HATI kita
----------------------------
Abi Priyo..
-----------------------------
karawaci, 5 Jumadil Akhir 1431H

Friday, 11 February 2011

“Teman”

 









“Teman” sebuah kata yang penuh dengan makna..

Seorang teman bukanlah yang selalu mengajak untuk “tertawa”..

Bukan yang selalu bergembira dengan irama suka..
...
Bukan yang selalu bercanda..

Bukan yang berkata “santai saja”..

Bukan yang mengajak berleha – leha..

Bukan yang selalu mengajak “membicarakan” orang lain..

Bukan yang selalu membuat hati kita “berbunga – bunga”..

Bukan yang memenuhi segala “keinginan kita”..

Bukan yang mengajak mengejar dunia..

Bukan yang mengajak kita bersuka ria..

Bukan yang mengajak untuk tidak “menangis”..

Bukan yang hanya berharap masa muda hura – hura..

Tua kaya raya kalau mati masuk surga..

Bukan yang berfikir “mumpung masih muda tidak apa – apa, nanti kalau sudah tua tidak bisa”..

Bukan yang berfikir saat muda “boleh melakukan apa saja”..


Namun seorang teman adalah..

Yang bisa mengajak kita untuk “menangis kala bahagia”..

Yang mengajak kita tabah saat bencana..

Yang memahamkan kita akan maksud hidup kita di dunia..

Yang membiasakan kita untuk melihat kedalam diri..

Yang mengajak kita untuk berfikir akan akhir hidup dunia..

Yang mengajarkan kita tahu bagaimana cara menghargai dan memuliakan diri..

Yang dengannya kita semakin dekat dengan Nya..

Yang saat bersamanya semakin dekat kita dengan keta’atan pada Nya..

Yang “membuatkan” pakaian untuk kita dari bahan taqwa..

Yang mengajari kita untuk selalu bersyukur atas segala karunia Nya..

Yang mengajari kita untuk hanya takut pada Nya..

Yang menjadikan kita tahu dan mengerti akan “kerendahan diri”..

Yang mengajarkan kita ‘tuk rendah hati..

Yang menjadikan kita terikat oleh ikatan cinta kepada Nya..

Yang selalu saling mencinta karena Nya..

Yang memberi pilihan terbaik bagi kita tentang kekasih sejati kita..

Yang mengajarkan untuk tidak menduakan cinta kapada Nya..


Maka tiada ikatan yang lebih kuat lagi saat bersama..

Ketika bersama karena ikatan cinta kepada Nya

Thursday, 3 February 2011

Berbagi Kebahagiaan

Seorang pemuda berangkat
kerja dipagi Hari.
Memanggil taxi, dan naik…
‘Selamat pagi Pak,’…katanya
menyapa sang sopir taxi terlebih
dulu …
‘Pagi yang cerah bukan?’
sambungnya sambil tersenyum,…
lalu bersenandung kecil.
Sang sopir tersenyum melihat
keceriaan penumpangnya,
dengan senang hati, Ia
melajukan taxinya.
Sesampainya ditempat tujuan..
Pemuda itu membayar dengan
selembar 20ribuan, untuk argo
yang hampir 15 ribu.
‘Kembaliannya buat bapak saja…
selamat bekerja Pak..’ kata
pemuda dengan senyum.
‘Terima kasih…’ jawab Pak sopir
taxi dengan penuh syukur…
‘Wah.. aku bisa sarapan dulu
nih… Pikir sopir taxi itu…
Dan ia pun menuju kesebuah
warung.
‘Biasa Pak?’ tanya si mbok
warung.
‘Iya biasa.. Nasi sayur… Tapi.. Pagi
ini tambahkan sepotong
ayam ’..jawab Pak sopir dengan
tersenyum.
Dan, ketika membayar nasi , di
tambahkannya seribu rupiah
‘ Buat jajan anaknya si mbok,..
‘begitu katanya.
Dengan tambahan uang jajan
seribu, pagi itu anak si mbok
berangkat kesekolah dengan
senyum lebih lebar.
Ia bisa membeli 2 buah roti pagi
ini … Dan diberikannya pada
temannya yang tidak punya
bekal.
Begitulah…cerita bisa
berlanjut..Bergulir… .seperti bola
salju…
Pak sopir bisa lebih bahagia Hari
itu …Begitu juga keluarga si
mbok…Teman2 si anak…keluarga
mereka…Semua tertular
kebahagiaan…
Kebahagiaan, seperti juga
kesusahan, bisa menular
kepada siapa saja disekitar
Kita.
Kebahagiaan adalah sebuah
pilihan …
Siapkah kita menularkan
kebahagiaan hari ini?
Yook..Mari Berbagi
kebahagiaan …