Sunday, 27 March 2011

Kecantikan Wanita Itu Bernama Pengabdian

Ketika seorang wanita memasuki gerbang
pernikahan, maka kehidupan "normalnya"
akan sedikit mengalami perubahan. Bagi yang
sebenarnya belum siap, maka seiring dengan
berjalannya waktu,mereka akan merasa
bahwa banyak hal yang akan atau telah
terampas selama mereka menjadi seorang
istri dan pendamping. Namun bagi yang
melangkah dengan ilmu dan dengan dasar
beribadah dengan Allah, betapapun berat
jalan ke depannya, hal itu akan dilalui
dengan tenang dan ikhlas.
Pernahkah kita melihat seorang istri yang
menyuguhkan wajah kurang sopan setelah
mengetahui hal yang dilakukannya kurang
mendapat penghargaan dari suami?. Ternyata
disinilah cara cantik Allah dalam mengajarkan
indahnya keikhlasan kepada para wanita.
Keikhlasan dalam pengabdian. Dan hasil
akhirnya tergantung para istri itu sendiri,
tetap bersabar, ikhlas dan tawakkal, ataukah
memilih jalan emosi dan perasaannya saja.
Namun, satu hal yang pasti, Allah adalah
yang maha membalas atas pilihan hidup yang
kita jalankan.
Subhanallah, pernahkah kita berpikir betapa
indah cara mendidik Allah yang tetuang
dalam sebuah pengabdian kepada para
suami kita?. Tidak bisa kita pungkiri bahwa
para laki laki, adalah pemimpin para wanita.
Namun, walaupun beliaunya adalah seorang
pemimpin, mereka tetaplah manusia biasa.
Para suami bukanlah seorang tanpa cela,
adakalanya pula mereka berbuat kesalahan
yang sama dengan yang dilakukan para istri.
Bukankah tiada yang sempurna kecuali Allah
subhana wata'ala. Jika sebuah kekurangan
dalam diri suami tersebut disikapi dengan
kehangatan sikap sebagai sebuah pengabdian
sang istri, maka hal tersebut justru
menjadikan Puncak dan sekaligus landasan
bagi segala daya tarik seorang istri.
Ketika suami yang melihat ketekunan istrinya
menjalankan ibadah dan mengikhlaskan
segala cinta, aktifitas dan kerja-kerjanya
semata untuk mengharapkan keridhoan Ilahi,
tentu saja akan semakin menghangat hatinya,
dan keinginan untuk menjadi lebih baik
dalam segala halpun InsyaAllah akan semakin
menguat. Dan, yang terindah dari semua itu,
sang istri akan menggapai kemuliaan dirinya
di hadapan Allah Penguasa Alam Semesta
dan di hadapan segenap makhlukNya.
Ternyata memanglah benar, mengabdi bukan
berarti membungkam kekuatan wanita. Lewat
sikap ini, wanita menunjukkan bahwa dia
bukan hanya mahluk yang memiliki
kelembutan hati dan tutur serta sikap santun,
akan kekuatan tersembunyi yang luar biasa.
Pahit getir kehidupan serta kepedihan
seringkali dihadapi istri dalam mendampingi
suami. Tidak jarang pula cobaan-cobaan
tersebut terkadang serasa di luar batas
kesanggupannya sebagai individu untuk
menghadapinya, namun ketika pengabdian
sudah terpatri dalam hati, maka siapapun
akan terperangah, bagaimana mahluk yang
kita pandang lemah lembut dan ringkih,
wanita, bisa menghadapi semua itu.
Dalam pengabdian, juga terkandung makna
menutupi aib dan atau kekurangan pasangan
kita.Susah memang untuk tetap tersenyum
menghadapi kenyataan yang mungkin
bahkan jika kekurangan suami kita telah
diketahui begitu banyak manusia di luar sana.
Memanglah tidak semudah mengatakan
untuk selalu tersenyum sambil menceritakan
kebaikan-kebaikan suami kita sedangkan disisi
lain kitapun mengetahui segala
keburukannya. Namun sekali lagi, jika hal
tersebut disikapi dengan kehangatan sikap
sebagai sebuah pengabdian sang istri, maka
hal tersebut justru menjadikan Puncak dan
sekaligus landasan bagi segala daya tarik
seorang istri.
Bukan main ternyata akhlak yang dimiliki
wanita yang benar-benar mengabdi pada
suami mereka atas dasar beribadah kepada
Allah subhanahu wata'ala.

(Syahidah)

semoga manfaat...

No comments:

Post a Comment

Silakan tulis komentar anda disini, terimakasih.