Sunday, 30 January 2011

BERCERMIN DIRI

Tatkala kudatangi sebuah cermin,
Tampak sesosok yang sangat
lama kukenal dan sangat sering
kulihat
Namun aneh, sesungguhnya aku
belum mengenal siapa yang
kulihat
Tatkala kutatap wajah, hatiku
bertanya,
Apakah wajah ini yang kelak
akan bercahaya bersinar indah di
surga sana ?
Ataukah wajah ini yang kelak
akan hangus legam di neraka
Jahannam ???
Tatkala kutatap mata, nanar
hatiku bertanya,
Mata inikah yang akan menatap
penuh kelezatan dan kerinduan …,
Menatap Allah, menatap
Rasulullah, menatap kekasih-
kekasih Allah kelak ?
Ataukah mata ini yang terbeliak,
melotot, menganga,
terburai menatap Neraka
Jahannam ???
Akankah mata penuh maksiat ini
akan menyelamatkan ?
Wahai mata , apa gerangan yang
kau tatap selama ini ?
Tatkala kutatap mulut, apakah
mulut ini yang kelak akan
mendesah penuh kerinduan ...
Mengucap Laailaahailallah saat
malaikat maut
datang menjemput ???
Ataukah menjadi mulut
menganga dengan lidah
menjulur , dengan lengking
jeritan pilu yang akan mencopot
sendi-sendi setiap pendengar ?
Ataukah mulut ini menjadi
pemakan buah zaqum jahannam,
yang getir penghangus,
penghancur setiap usus.
Apakah gerangan yang engkau
ucapkan wahai mulut yang
malang ?
Berapa banyak dusta yang
engkau ucapkan ?
Berapa banyak hati-hati yang
remuk dengan pisau kata-katamu
yang mengiris tajam ?
Berapa banyak kata-kata manis
semanis madu yang palsu yang
engkau ucapkan untuk menipu ?
Betapa jarang engkau jujur,
Betapa langkanya engkau syahdu
memohon agar Tuhan
mengampunimu...
Tatkala kutatap tubuhku,
Apakah tubuh ini kelak yang akan
penuh cahaya … Bersinar,
bersukacita, bercengkrama di
surga ?
Atau tubuh ini yang akan
tercabik-cabik hancur, mendidih,
di dalam lahar membara
jahannam,
terpasung tanpa ampun, derita
yang tak pernah berakhir
Wahai tubuh , berapa banyak
maksiat yang engkau lakukan ?
Berapa banyak orang-orang yang
engkau zalimi dengan tubuhmu ?
Berapa banyak hamba-hamba
Allah yang lemah yang engkau
tindas dengan kekuatanmu ?
Berapa banyak perindu
pertolongan yang engkau
acuhkan tanpa peduli,
padahal engkau mampu ?
Berapa banyak hak-hak yang
engkau rampas ?
Ketika kutatap hai tubuh
Seperti apa gerangan isi hatimu
Apakah isi hatimu sebagus kata-
katamu
Atau sekotor daki-daki yang
melekat di tubuhmu
Apakah hatimu segagah ototmu
Atau selemah daun-daun yang
mudah rontok
Ataukah hatimu seindah
penampilanmu
Ataukah sebusuk kotoran-
kotoranmu
Betapa beda ... betapa beda…
apa yang tampak di cermin,
dengan apa yang tersembunyi
Betapa beda apa yang tampak di
cermin dan apa yang tersembunyi
Aku telah tertipu, aku tertipu
oleh topeng
Betapa yang kulihat selama ini
hanyalah topeng, hanyalah
topeng belaka
Betapa pujian yang terhambur
hanyalah memuji topeng
Betapa yang indah ternyata
hanyalah topeng...
Sedangkan aku … hanyalah
seonggok sampah busuk yang
terbungkus
Aku tertipu, aku malu ya Allah...
Ya Allah... selamatkan aku...
Amin ya Rabbal ‘alamin
(Abdullah Gymnas)

No comments:

Post a Comment

Silakan tulis komentar anda disini, terimakasih.