Saturday, 21 May 2011

Energi Shalat | Hipotesa













Silahkan buktikan dan analisa sendiri hasilnya,
Beban hidup dan langkah kaki akan terasa 50% lebih ringan segera setelah salat,
dan waktu akan 2 x lebih panjang setelah kita melaksanakan shalat tepat waktu.
Hipotesa ini akan berbalik jika shalat ditunda; waktu akan terasa 2 kali lebih sempit dan
beban meningkat 100%. 50% tersebut akan automatic bertambah hingga 100% atau
berkurang hingga 0%, dimana shalat itu tidak berpengaruh apa apa. Tingkatan ini tergantung
kepada stabilitas Iman dan keikhlasan dimasing masing dada manusia.

Seorang muslim yang bersungguh sungguh dalam shalatnya, akan merasakan 'Energi'
dari shalatnya yang menyejukan jiwanya dan menjadikan pancaran semangat dalam hidup.
Betapa tidak, Saat keresahan melanda kita menyerahkan kembali jiwa dan raga kita.
Menghadapkan wajah kita dan membenamkannya dalam sujud, merendahkan diri kita
dihadapan Allah dan meminta pertolongan Nya.
Ketika adzan berkumandang, Jiwa yang tunduk beriman akan segera terpanggil untuk sejenak
menemui Rabbnya.
Dari Ibnu Mas'ud Radliyallaahu 'anhu, Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda:
"Perbuatan yang paling mulia ialah shalat pada awal waktunya."
(Hadits riwayat dan shahih menurut Tirmidzi dan Hakim. Asalnya Bukhari-Muslim).

Sekali lagi,
Hipotesa diatas sangat tergantung kepada tingkatan dan stabilitas iman sebuah pribadi.
Jika shalat kita khusyuk, maka energi yang dipancarkan itu tidak hanya 100% bahkan
berlipat dan akan meredam gelora duniawi kita.
Beban hidup itu sendiri sebenarnya bukan beban. Hanya perspective manusia yang
kurang tepat dalam memahami ujian, sementara bencana itu sendiri ditimpakan atas izin Allah
(QS 64:11) untuk melatih jiwa kita agar semakin kuat dan meningkatkan derajat ketaqwaan
bagi jiwa jiwa yang beriman.
Beban hidup yang memang berat akan bertambah berat dengan kondisi tubuh kita yang kotor
dengan dosa dosa, baik dosa kecil atau besar. Beban itu akan semakin bertambah dari hari
kehari jika tidak ada usaha untuk membersihkannya.

Dosa itu akan terus membebani jiwa kita, Secara tidak kita sadari atau kita sadari, karena
manusia ini tidak akan pernah lepas dari dosa. Kita hanya harus pandai pandai menutupi
keropos keropos Iman akibat dosa dengan kebaikan dan segera kembali.
Hipotesa diatas cukup beralasan,..
Rasulullah saw bersabda;
"Perumpamaan shalat lima waktu seperti sebuah sungai yang airnya mengalir dan melimpah dekat
pintu rumah seseorang yang tiap hari mandi di sungai itu lima kali". (HR. Bukhari dan Muslim)

Jika setiap hari, minimal lima kali membersihkan kotoran dijiwa kita dengan shalat..
INSHA ALLAH, dengan penuh optimisme saya berkata; beban itu akan terkikis dan Hilang..

NAI Riyadh 2011

No comments:

Post a Comment

Silakan tulis komentar anda disini, terimakasih.